jump to navigation

PENGOLAHAN AIR MINUM DENGAN METODA PENYARINGAN MENGGUNAKAN FILTER SEDIMEN March 24, 2009

Posted by aerobtm in AeroBiz.
trackback

Polutan yang dapat di saring menggunakan metoda ini adalah polutan – polutan yang terlarut di dalam air diantaranya adalah pasir, tanah, tanah liat dan material organic dalam air. Filter sediment juga dapat menyaring zat besi dan mangan terlarut dan juga hydrogen sulfide.

Biasanya metoda filter sediment ini dalam penggunaannya di kombinasikan dengan metode – metode pengolahan air yang lain untuk dapat menghasilkan kualitas air yang lebih baik lagi.
Seperti digunakan setelah proses aerasi ( disinggungkan dengan udara), Ozonation ( pembubuhan zat ozon ), dan Chlorination ( pembubuhan zat chlorine / kaporit ).
Digunakan juga untuk pre-treatment ( penyaringan awal ) proses penyaringan dengan karbon aktif dan RO ( reverse osmosis ) system.

Keterbatasan penggunaan metoda filter sediment.
Polutan yang tidak bisa di hilangkan dengan metoda penyaringan dengan filter sedimen adalah: tidak efektif untuk menyaring kadar nitrat, logam berat, pestisida, trihalometan ( adalah produk sampingan dari proses chlorination / pembubuhan kaporit ) dan tidak dapat menghilangkan bakteri.

‘ Tidak satupun sistem penyaringan air yang dapat mengatasi semua polutan yang ada di dalam air ‘.

Cara kerja system filter sediment

Filter sediment terdiri dari filter housing (biasanya terbuat dari plastic) dan filter media atau filter cartridge ( biasanya dari keramik, polupropylene, jalinan benang, spun ataupun media yang berupa butiran-butiran).
Ilustrasi di bawah akan menjelaskan cara kerja dari filter sediment.

fig-1sediment-filtration-processAir bertekanan masuk melalui saluran inlet dan kemudian melalui media filter ( filter cartridge ) dan kemudian keluar melalui saluran outlet. Kotoran yang ada di dalam air akan terperangkap dan tertinggal di dalam media filter.
Banyaknya atau besarnya kotoran / polutan yang terperangkap di dalam media filter akan sangat tergantung dengan ukuran media filter yang digunakan.
Filter dengan ukuran 10 mikron ( 0.010 mm ) misalnya, akan mampu menangkap polutan yang besarnya berdiameter 10 mikron atau lebih, sedangkan kotoran yang berdiameter lebih kecil dari 10 mikron akan tetap bisa menembus media filter.

Debit air yang keluar dari sediment filter secara gradual akan menurun, ini disebabkan oleh semakin banyaknya kotoran/polutan yang terperangkap di dalam media filter, dan apabila debit airnya sudah menjadi sedemikian kecilnya, ini berarti sudah saatnya untuk mencuci atau mengganti media filter dengan yang baru.
Seberapa banyak atau seberapa lama sebuah media filter dapat dipergunakan, akan sangat bergantung kepada seberapa parah polutan yang ada di dalam air yang disaring, jadi akan sulit untuk memperkirakan waktu yang tepat kapan sebuah media filter ( cartridge filter ) harus diganti.

Sumber: Neb guide artikel G1492 – http://ianrpubs.unl.edu/water/g1492.htm

About these ads

Comments»

1. faris - July 19, 2011

thankssss about info


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: