jump to navigation

Arus PHK Meledak di Silicon Valley December 8, 2008

Posted by aerobtm in Krisis Ekonomi Global.
trackback

Karena resesi ekonomi, arus gelombang pengangguran mulai datang menyerang, sejumlah perusahaan teknologi di Silicon Valley di Amerika mulai mengurangi tenaga kerjanya. (Getty Images)

Belakangan ini majalah investasi Amerika, Barrons, memperingatkan bahwa gelombang resesi ekonomi akan membangkitkan gelombang pengangguran di pusat iptek Silicon Valley, kondisi ini akan lebih parah dibandingkan dengan tahun 2002 ketika Internet-Bubble hancur. Pada saat itu, di Silicon Valley-California, karyawan yang di PHK mencapai 200.000 orang, yang merupakan 20% lebih dari total jumlah pekerja Silicon Valley. Saat itu tingkat pengangguran di California naik menjadi 8,4 persen.

Karena resesi ekonomi kembali berulang tahun ini, arus gelombang pengangguran mulai menyerang, ada sejumlah perusahaan teknologi papan atas di Silicon Valley sudah mengurangi karyawan, di antaranya termasuk Hewlett-Packard yang mengurangi 24.000 karyawan, Sunrise mengurangi 6000 orang, Yahoo dan e-Bay masing2 mengurangi ribuan orang, minggu lalu Google mengurangi rekrutmen, perkiraan jumlah pengurangan tenaga kerja mencapai 3.000 orang.

Karena pengaruh pesanan yang kurang, produsen peralatan semikonduktor mulai secara besar-besaran mengurangi tenaga kerja, contohnya adalah Lam Research akhir November 2008 mengumumkan pengurangan 15% tenaga kerja (sekitar 600 orang), Applied Materials memberhentikan 12% tenaga kerja, KLA-Tencor mengurangi 15% tenaga kerja, Cymer mengurangi 8 % tenaga kerja. pembuat chip semikonduktor Nasional Nvidia dan perusahaan lainnya juga melakukan pengurangan tenaga kerja.

Selain itu, situs perjalanan Orbitz yang dioperasikan oleh lima besar perusahaan penerbangan Amerika mengurangi staf sebesar 10%, perusahaan perangkat lunak anti-virus Symantec telah mengumumkan mengurangi 4,5% karyawan, Palm belum mengumunkan mengurangi tenaga kerja, kabarnya sekitar 10-20 persen.

Baru-baru ini Departemen Pengembangan Pekerjaan California mengumumkan bahwa tingkat pengangguran Oktober 8,2 %, lebih tinggi dibandingkan September sebesar 7,7 %, kenaikannya lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 5,7 persen. Pada bulan Oktober, jumlah orang yang menerima tunjangan pengangguran mencapai 527.918 orang. Dana pemerintah negara bagian yang dipakai untuk membayar tunjangan pengangguran kesejahteraan sudah hampir habis, sekarang mereka sudah bersiap-siap mengajukan pinjaman ke federal, untuk mengatasi kebutuhan mendesak membayar tunjangan pengangguran.

Gubernur California Schwarzenegger pada hari Senin, 1 Desember 2008 mengumumkan bahwa keuangan di California sudah dalam keadaan darurat.

Tingkat PHK Apple Computer, Hewlett-Packard, Google, Yahoo, dan industri tehnologi tinggi lainnya di Santa Clara Silicon Valley sudah mencapai 6,9 persen, dibandingkan dengan tingkat pengangguran nasional Amerika pada bulan Oktober lebih tinggi 6,5 %. Sekarang ini pengangguran di Amerika Serikat mencapai 10 juta orang, ini merupakan angka tertinggi dalam 16 tahun ini.

Kondisi di Silicon Valley keadaannya mungkin akan menjadi lebih buruk lagi. Dalam serangan krisis ekonomi ini, industri teknologi tinggi serta perusahaan di belakang penyediaan modal usaha juga akan terseret arus gelombang PHK. Bahkan biro hukum, perusahaan penyedia jasa, perusahaan industri teknologi dan perusahaan yang baru berdiri juga sulit untuk dapat bertahan.

Untuk menghindari kebangkrutan, perusahaan ritel elektronik nomor 2 terbesar di Amerika “Circuit City”, karena tidak dapat bersaing dengan Wal-Mart dan Best Buy telah mengurangi 20% staf, menutup 155 cabang dan mempertimbangkan berbagai program untuk restrukturisasi bisnis, sisa karyawan yang belum dipecat juga sangat was-was. The Wall Street Journal bahkan menprediksi pada akhir tahun 2008 setelah melewati puncak perbelanjaan akhir tahun, akan terjadi serangkaian kebangkrutan gelombang usaha pengecer.

Majalah mingguan Barron menunjukan bahwa Apple computer juga sedang memotong jam kerja karyawannya di toko retail cabang penjualannya untuk mengurangi biaya. Barron sebenarnya telah mengunjungi dan mengamati toko retail Palo Alto’s Apple, ditemukan usaha di toko sebenarnya tetap ramai; Jika Apple juga mempertimbangkan untuk mengurangi tenaga kerja, kita dapat melihat tidak ada satu perusahaanpun di Silicon Valley yang punya keyakinan bisa aman melewati krisis resesi ekonomi kali ini. (Erabaru/lim)

Sumber: http://erabaru.or.id/20081204452/

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: