jump to navigation

PROYEKSI RUPIAH DAN HARGA MINYAK DI 2009 December 8, 2008

Posted by aerobtm in Krisis Ekonomi Global.
trackback

Ditulis pada Desember 8, 2008 oleh Volmer Simanjuntak

Nasib nilai tukar uang rupiah di tahun 2009 akan sangat ditentukan oleh pergulatan faktor penurunan harga minyak versus rencana penerbitan surat utang Amerika Serikat (AS). Hingga saat ini tidak satu pun analis yang berani memprediksi level rupiah tahun depan.

“Ada dua faktor yang harus diperhatikan untuk menjaga nilai tukar rupiah tahun depan, pertama penurunan harga minyak. Kedua, rencana penerbitan surat utang AS,” ujar pengamat valas Farial Anwar saat dihubungi detikFinance, Minggu (7/12/2008).

Riset lembaga asing Merrill Lynch memprediksi harga minyak mentah dunia bakal anjlok ke level US$ 25 per barel. Bahkan bisa lebih rendah lagi jika dampak resesi global ikut menyeret ekonomi China dan memangkas produksi minyak produsen non-OPEC.

“Jika memang prediksi itu benar, maka akan berpengaruh positif pada level rupiah. Karena pengeluaran Pertamina untuk membeli minyak menggunakan dolar akan menurun drastis. Apalagi, pengeluaran Pertamina ke minyak termasuk faktor utama penggerak rupiah terhadap dolar. Artinya potensi penguatan rupiah akan sangat besar,” papar Farial.

Namun Farial mengingatkan, bahwa peluang tersebut akan berhadapan langsung dengan rencana penerbitan surat utang AS sekitar US$ 600-700 miliar. Farial menjelaskan, akibat dari program bail-out US$ 700 miliar ditambah rencana bail-out tambahan US$ 800 miliar, pemerintah AS membutuhkan pendanaan skala besar.

“Dan itu rencananya akan diperoleh dengan menerbitkan surat utang AS,” ujar Farial.

Kendati nilai surat utang tersebut masih belum dapat dipastikan, namun Farial menekankan bahwa penerbitan surat utang AS akan menyerap dolar AS dari seluruh dunia ke negara asalnya.

“Dolar AS akan terserap ke AS dan menyebabkan dolar di pasaran dunia menjadi langka. Ini akan mendorong penguatan dolar secara ekstrem,” ujar Farial.

Oleh karena itu, Farial mengingatkan BI harus mampu melihat dua faktor tersebut, penurunan harga minyak dan penerbitan surat utang AS, agar bisa menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tahun depan.

“Di satu sisi, rupiah punya peluang menguat dengan penurunan harga minyak. Di sisi lain, rupiah bisa melemah tajam dengan penerbitan surat utang AS. Dua faktor yang saling tarik menarik ini harus diperhatikan baik-baik,” imbuh Farial. (detik)
sumber: http://pialangsaham.wordpress.com/2008/12/08/

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: