jump to navigation

Ada Apa dengan Bunga Nol Persen? December 27, 2008

Posted by aerobtm in Krisis Ekonomi Global.
trackback

Jumat, 26 Desember 2008 Pasca terpuruknya ekonomi dunia, maka kembali ”jurus” sistem ekonomi kapitalis dikeluarkan, di mana Bank Sentral AS (FED) menurunkan suku bunganya hingga 0 persen! Ada apa ini? Sepintas, jika kita perhatikan bahwa bunga nol persen itu seperti bank syariah yang tidak menerapkan suku bunga. Apakah demikian? Sepertinya ekonomi Amerika menganut suku bunga 0 persen bukan karena sekonyong-konyong mereka akan memilih sistem bagi hasil. Padahal, ini merupakan kebijakan moneter bank sentral untuk mencegah perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Banyak masyarakat yang tidak menyadari, bahwa selama ini, kehidupan ekonomi kita ”dikendalikan” dengan instrumen yang dinamakan ”suku bunga”! Tidak diragukan lagi, sistem ekonomi kapitalis menggunakan acuan inflasi (inflation-targeted). Sehingga, suku bunga disesuaikan naik turun seiring dengan ekspektasi inflasi, apabila inflasi naik bunga pun akan dinaikkan supaya ekonomi tidak memanas, dan seperti yang disinyalir bahwa inflasi turun (atau bahkan terjadi deflasi) maka bunga pun diturunkan sehingga ekonomi tidak mendingin. Menurunnya suku bunga sampai 0 persen, bank sentral kehabisan amunisi untuk menahan laju perlambatan ekonomi domestik, sehingga kerja sama dengan pemerintah, maka pemerintah mau tidak mau akan mengupayakan kebijakan lain untuk menstimulasi kondisi ekonomi agar kembali normal. Apabila itu telah terjadi, suku bunga akan perlahan dinaikkan kembali untuk mengimbangi inflasi yang terjadi akibat gerak pertumbuhan ekonomi. Demikian seterusnya. Entah kapan hal ini akan berakhir. Saat kondisi ekonomi ”lesu” seperti sekarang ini, menurut para penganut ekonomi kapitalis dibutuhkan suku bunga rendah. Hal ini akan membuat ”geliat” bisnis muncul kembali. Banyak orang berani pinjam uang ke bank untuk melakukan usaha/ bisnis. Perputaran barang (dan jasa) semakin mengalir. Kembali kondisi ekonomi bergeser dari terlalu kering menjadi normal. Akan tetapi, jika kondisi ini dipertahankan, akan ke-”bablas”-an lagi dan kondisi ekonomi kembali tidak seimbang: dari ”normal” menuju ”terlalu basah”. Masyarakat kembali royal berbelanja, harga-harga kembali membumbung. Untuk menjaga kesimbangan/ kestabilan, diperlukan lagi ”suku bunga” tinggi. Kesimpulannya, dalam memantau kegiatan ekonomi negara, peran ”suku bungan” Bank Sentral ibarat seperti ”penyiram tanaman”, d imana saat tanaman terlalu basah, air dikurangi. Saat terlalu kering, tanaman kembali disiram! Jadi, prestasi pemerintah dan Bank Sentral adalah terletak pada ke-”jeli”-annya: kapan harus ”menyiram” dan kapan harus ”mengurangi siraman”! Pemerintah dan Bank Sentral harus memantau ekonomi setiap saat, seperti orang merawat tanaman. Jadi, dalam konsep ekonomi saat ini, adanya ”suku bunga” adalah menjadi ”wajib” hukumnya! Suku bunga ibarat debit air siraman yang mau tidak mau harus ada demi keseimbangan, jangan ”terlalu basah” dan juga jangan ”terlalu kering”! Masalahnya, betulkah konsep ekonomi seperti itu benar? Faktanya, manusia bukanlah ”tanaman” yang sangat mudah dideteksi dengan air siraman tadi. Manusia adalah makhluk yang punya keterbatasan fisik, emosi, mental dan pikiran, sehingga tidak bisa ditarik ulur semaunya. Artinya, tidak semua pengusaha kembali ”berjalan” dan kembali bisnisnya kembali ”basah” saat suku bunga diturunkan hingga sampai nol persen, setelah sebelumnya mereka terkena krisis. Inilah, akibat instrumen ”suku bunga” yang dijadikan ”pengendali” ekonomi dunia saat ini. Tidak diragukan lagi, kita hanya tinggal merasakan terus ”krisis ekonomi” yang tidak jelas ujung pangkalnya bagaimana mencari solusinya. Solusi yang mendesak adalah kembali kepada sistem ekonomi Islam yang diterapkan oleh negara. Masalahnya mau atau tidak saja! Wallohu a’lam bish showab. Sumber: http://www.batampos.co.id

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: