jump to navigation

PHK Mulai Resahkan Bank January 8, 2009

Posted by aerobtm in Indonesia.
trackback

Written by anto
Rabu, 07 Januari 2009
BI: Kredit Macet Bakal Meningkat
Ketua PUK SPSI pun Diberhentikan

BATAM, TRIBUN – Giliran kalangan perbankan dilanda keresahan menyusul gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sudah mulai terjadi di Batam. Kekhawatiran melonjaknya kredit macet atau non performance loan (NPL) semakin menghantui perbankan, ketika kabar bahwa perusahaan sekelas PT Unisem, dulu bernama PT Advanced Interconnect Technologies (AIT), pun tak luput dari PHK.

“Ya kalau banyak PHK, sangat meresahkan kami. Tidak hanya bank, tapi semua sektor bisnis jadi terpengaruh karena daya beli masyarakat jadi rendah,”ujar Kaharuddin, Kepala Cabang Bank Riau Batam, kepada Tribun, Selasa (6/1).

Kekhawatiran serupa juga dialami Bank UOB Buana Cabang Batam. Pasalnya, banyak karyawan menggunakan jasa bank itu untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun kartu kredit. “Dengan adanya gelombang PHK besar-besaran ini, tentunya pihak bank merasa khawatir. Kita juga waspada dengan adanya PHK ini,”ujar Robert, Pimpinan Bank UOB Buana Cabang Batam.

Lebih lanjut ia mengatakan, dampak PHK terhadap bank setidaknya ada dua. Pertama, dampak langsung. Ini bisa berupa kredit macet KPR dan penagihan kartu kredit. Untuk KPR, sekitar 50 persen konsumen yang KPR di Buana adalah pekerja lantaran Bank ini memiliki program KPR untuk karyawan.

“Yang kedua adalah dampak tidak langsung. Ini seperti ada rumah makan yang berjualan di sekitar tempat pekerja bekerja. Rumah makan tersebut meminjam modal dari bank. Nah, dengan adanya PHK, tentunya omzet rumah makan tersebut akan bekurang dan menyebabkan pembayaran rumah makan ke bank menjadi tersendat,”jelas Robert.

Kata Robert, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi. “Yang pasti kita sudah menyediakan pencadangan modal sesuai dari instruksi dari Bank Indonesia. Cadangan modal inilah yang nantinya kita ambil untuk menutupi kredit bermasalah,”katanya.

Selain itu, bank juga sudah berjaga-jaga menyusul naiknya suku bunga KPR. “Kita juga lebih selektif lagi dalam memberikan KPR kepada konsumen,”imbuh Robert. Sedangkan untuk tagihan kartu kredit, otomatis sudah ada cadangan dana. Kata dia, satu persen dari bunga yang dikenakan ke konsumen, dananya untuk mengantisipasi kredit macet.

Ekstra hati-hati
Kini perbankan lebih selektif lagi saat meloloskan permohonan kredit. Selain itu, bank juga cenderung mengerem penyaluran kredit kepada para masyarakat yang bekerja di industri manufaktur, termasuk karyawan perusahaan yang beroperasi di Batamindo, Mukakuning.

Data yang dihimpun Tribun, Bank Riau merupakan bank yang banyak menyalurkan kredit consumers kepada karyawan Mukakuning, baik kredit kepemilikan rumah maupun multiguna. Kredit multiguna disalurkan melalui koperasi perusahaan, kemudian koperasilah yang mendistribusikan kepada karyawan.

Sedikitnya, saat ini ada sembilan koperasi perusahaan yang mendapatkan penyaluran kredit dari Bank Riau.

Untungnya, setiap karyawan yang akan meminjam uang diwajibkan memberikan jaminan berupa jaminan hari tua yang mereka miliki di Jamsostek. Sehingga, begitu karyawan dirumahkan dan tidak mampu membayar cicilan, uang karyawan yang ada di Jamsostek akan digunakan untuk membayar cicilan bank.

Ditemui di tempat berbeda, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Batam Irwan Lubis mengungkapkan, di masa-masa PHK seperti ini, perbankan memang harus ekstra hati-hati dalam menyalurkan kredit.
NPL naik

PHK sebagai dampak krisis finansial global telah diperkirakan akan menurunkan angka penyaluran kredit pada 2009 ini. Selama 2008, perbankan di Kepri telah berhasil meningkatkan penyaluran kredit sebesar 31,37 persen atau 2,69 triliun.

Namun, pada 2009 ini angka tersebut akan mengalami penurunan. “Kalau kredit 2009 ini bisa tumbuh 20 persen saja sudah tinggi,”ujar Irwan yang didampingi stafnya.

Selain menunurunkan angka penyaluran kredit, PHK juga telah meningkatkan angka kredit macet pada 2008.

Di 2007 lalu, NPL di Kepri hanya sebesar 2,39 persen, tapi 2008 naik menjadi 2,89 persen. “Kalau PHK terus meningkat, angka NPL tidak menutup kemungkinan meningkat pula. Tapi kita akan berusaha agar NPL di bawah 5 persen,”tambah Irwan.

Data yang disampaikan BI, perekonomian Batam sangat dipengaruhi industri manufaktur yang menguasai 60 persen. Sehingga jika terjadi gejolak pada sektor ini, hampir semua lini perekonomian ikut terpengaruh.

Akibat PHK, pertumbuhan perekonomian Kepri 2009 ini akan mengalami penurunan. Jika pada 2008 bisa mencapai 6,8 persen, 2009 diprediksi hanya tumbuh 5,5 persen sampai 6,2 persen.

Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batam, Asprilantomiardiwidodo mengatakan, dampak PHK di Batam, tentunya berpengaruh terhadap pendapatan pajak penghasilan (PPh).

Namun dia enggan mengungkapkan mengenai besaran pajak yang disetorkan beberapa perusahaan yang disodorkan kepadanya. “Kita lihat saja nanti. Kan belum terjadi. Lagian masalah penerimaan saya tidak berhak berkomentar. Minta saja ke Kanwil,”kata Aspru.

Seperti dilaporkan Tribun sebelumnya, PT Unisem mulai melakukan PHK sejak Oktober 2008. PHK dilakukan mulai dari vice presiden, level manajemen hingga operator. Ketua Apindo Kepri Abidin Hasibuan bahkan memperkirakan di tahun 2009 ini, karyawan yang bakal kena PHK di Batam bisa mencapai 50 ribu.

Ketua PUK SPSI PT Unisem, Mulyono, ternyata berada dalam daftar 11 karyawan yang akan kena PHK oleh perusahaan Malaysia itu. Kepada Tribun, Mulyono menyatakan bahwa keputusan PHK itu menyalahi peraturan ketenagakerjaan karena tidak pernah ada perundingan bersama karyawan.

“Pernah ada pertemuan pada 16 Desember lalu, tetapi kala itu hanya membahas tentang efisiensi yang akan dilakukan perusahaan, yakni efisiensi operasional keuangan, efisiensi jam kerja, serta cuti bersama. Tidak ada pembahasan mengenai pemberhentian karyawan,”katanya

Dia kaget ketika menerima surat “pemberitahuan pengajuan pemutusan hubungan kerja” tertanggal 24 Desember 2008. Surat itu ditandatangani oleh Arif Rahman Hakim selaku Manager HRD. Dalam surat itu disebutkan tanggal efektif pengajuan tersebut adalah 1 Januari 2009.
Kemarin, sekitar 100 karyawan Unisem mendatangi Manager HRD untuk menanyakan nasib mereka. Namun, Tribun tidak dibolehkan masuk oleh petugas security. Dia juga membantah adanya pertemuan antara karyawan dan manajemen perusahaan.(nix/noe/man)

Comments»

1. WIJI - January 15, 2009

siiipp, dont worry be panic…..eh..be prepare..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: