jump to navigation

Satu Irama Hadapi Krisis January 8, 2009

Posted by aerobtm in Indonesia.
trackback

http://www.tribunbatam.co.id/
Written by anto
Rabu, 07 Januari 2009

PT Unisem atau dulu bernama PT Advanced Interconnect Technologies (AIT), mulai melakukan pemutusan hubungan kerja. Bila kebanyakan perusahaan hanya mengurangi karyawan kontrak dan level operator, PT Unisem justru memangkas mulai dari level manajemen berstatus karyawan tetap yang sudah mengabdi hingga belasan tahun atau sejak perusahaan itu beroperasi di Batam (1992).

Berhembus isu perusahaan itu berniat angkat koper dari Batam. Tentu bakal menjadi pukulan keras. Tapi terlepas dari asumsi itu, PHK yang dilakukan Unisem memberikan sinyal yang sangat kuat kepada kita bahwa dampak krisis kali ini bakal benar-benar dahsyat.

Mengapa? Unisem termasuk perusahaan elite dan cukup berpengaruh di Batam. Banyak pekerja di sini bermimpi bisa menjadi karyawan perusahaan tersebut. Dan ketika perusahaan itu juga sudah terpukul oleh krisis global, maka jelas bagi kita bahwa dampak krisis global sudah semakin nyata dan terasa di Batam.

Lantas apa langkah kita dalam menghadapi kondisi tersebut? Ini pertanyaan penting untuk kita semua, terutama para pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun para wakil pengusaha dan pekerja.

Imbauan sekaligus usulan Ketua Kadin Kepri Johanes Kennedy dan Ketua Apindo Kepri Abidin Hasibuan patut dipertimbangkan. Prinsipnya adalah semua pihak, mulai dari pemerintah dan ‘kaki tangannya’, pengusaha, dan serikat pekerja (termasuk para pekerja secara individu) agar tarikan napasnya seirama.

Maksudnya, masing-masing pihak sepatutnya menanggalkan kepentingan masing-masing untuk sama-sama memikirkan kepentingan yang lebih luas. Yakni sama-sama berupaya keras mempertahankan eksistensi Batam sebagai kota industri. Karena industri merupakan lokomotif perekonomian Batam (bahkan Kepri). Apabila industri terseok-seok, maka sektor-sektor pendukung lainnya akan ikut rontok. Tentu kita tidak ingin hal itu terjadi.

Pemerintah sebagai pemegang amanah rakyat, harus memikirkan langkah antisipasif. Mengumpulkan para pengusaha dan serikat pekerja untuk sama-sama berembug mengenai upaya bersama apa yang harus dilakukan secepatnya agar roda industri tetap berputar, kendati putarannya melambat.

Kadin dan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah menilai Batam (dan Kepri) masih kompetitif dan strategis sebagai tujuan investasi. Bahkan Batam sedikit lebih unggul dibanding negara tetangga yang juga memiliki kawasan industri. Alasannya Kepri lebih memiliki banyak pilihan diversifikasi usaha dibandingkan kompetitor.

Tapi kita juga harus menyadari bahwa pelayanan yang kita berikan belumlah maksimal. Para pengusaha sendiri masih terus berteriak mengenai banyaknya biaya siluman yang harus mereka keluarkan. Juga keluhan soal terlalu banyaknya pengerahan massa guna menekan pemerintah dan pengusaha agar menaikkan upah buruh.

Terlalu banyak aksi pengerahan massa bisa membuat investor gerah dan akhirnya menjadikan itu sebagai alasan untuk hengkang.

Ini sangat penting untuk dipikirkan bersama oleh semua pihak. Sebab, walau penerapan free trade zone (FTZ) akhirnya bisa berlaku efektif tahun ini, akan sulit bagi Kepri menarik investor asing bila kita sendiri tidak membenahi kualitas pelayanan dan faktor-faktor penghambat lain yang selama ini terus-menerus dikeluhkan oleh para pengusaha.(*)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: