jump to navigation

Jepang Tidak Kebal Krisis March 1, 2009

Posted by aerobtm in Krisis Ekonomi Global.
trackback

Resesi Jepang Semakin Buruk
Ekonomi Dunia 28-02-2009

MedanBisnis – Tokyo
Jepang mengumumkan output industrinya menurun tajam akibat dampak resesi dunia yang terus memburuk pada perekonomian terbesar kedua dunia itu. Volume ekspor Jepang anjlok selama terjadinya pelemahan ekonomi global, demikian menurut data resmi pemerintah.
Hanya beberapa pekan setelah pemerintah mengatakan ekonomi mengalami kontraksi terburuk dalam 35 tahun pada kuartal keempat 2008, data baru ekonomi Jepang menunjukkan cakupan dari krisis ini semakin luas akibat melemahnya permintaan produk mereka dari luar negeri.
Data ini juga dirilis sehari setelah General Motors dan Royal Bank of Scotland melaporkan kerugian besar yang mereka alami. Sementara Jerman dan AS mengumumkan bahwa tingkat pengangguran di kedua negara itu semakin tinggi seiring krisis ekonomi semakin komplikasi.
Jepang mengatakan output industri, yang merupakan ukuran kuantitas produk, turun mencapai rekor terendah 10% pada Januari, dengan penurunan permintaan produk mobil, televisi dan produk-produk lainnya di pasar-pasar ekspor utamanya, yaitu Eropa dan AS.
Penurunan industri Jepang ini adalah paling besar dalam waktu 50 tahun belakangan.
Dan ini berarti untuk 4 bulan berturut-turut output industri turun, bersamaan dengan resesi terburuk yang dialami negara perekominan terbesar kedua dunia.
Angka terbaru ini muncul setelah statistik pemerintah menyebutkan ekspor negara tersebut turun 45,7% pada bulan Januari 2009 dibanding bulan yang sama tahun lalu.
Perekonomian Jepang menderita dalam krisis global saat ini karena menurunnnya permintaan akan produk buatan Jepang di luar negeri.
Konsumen di seluruh dunia yang kuatir akan kehilangan pekerjaan karena krisis ekonomi global tidak lagi membeli produk elektronik maupun mobil buatan Jepang.
“Resesi ini terus menghantam ekonomi riil,” kata Menteri Keuangan Jepang Kaoru Yosano.
Sementara belanja dalam negeri turun sebesar 5,9% selama bulan Januari, setelah para konsumen lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka di tengah-tengah krisis finansial.
Optimisme
Sejumlah pemerintahan di seluruh dunia telah berupaya, dengan tingkat keberhasilan yang terbatas, untuk menstimulus perekonomian mereka. Presiden baru AS Barack Obama, Kamis, menyampaikan anggaran belanja pertamanya–dengan jumlah yang cukup besar US$3,55 triliun.
Anggaran belanja yang sedemikian besar itu membawa estimasi optimis bahwa perekonomian AS akan bertumbuh kuat tahun depan, dengan proyeksi kontraksi sebesar 1,2% pada 2009 namun pertumbuhan 3,2 pada 2010.
Obama sebelumnya telah mengusulkan rancana stimulus sebesar US$787 miliar, dengan harapan bisa mendongkrak ekonomi AS agar keluar dari krisis terburuk semenjak Great Depression pada 1930-an.
Tidak kebal
Sementara itu, lapangan kerja berkurang dengan jumlah pengangguran meningkat sampai 200.000 lebih. Jepang sempat dianggap akan kebal dari krisis keuangan global karena tidak menghadapi masalah utang macet seperti yang dialami AS dan Eropa.
Namun Menteri Keuangan Yosano mengatakan ketergantungan Jepang atas pasar asing telah membuat perekonomian Jepang terpukul.
Pada kuartal ketiga tahun lalu, perekonomian Jepang menyusut sampai 3,3%, lebih buruk dibanding AS dan Eropa.(vid/afp)
http://www.medanbisnisonline.com/

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: