jump to navigation

CARA MEMILIH REKSA DANA June 8, 2009

Posted by aerobtm in Investasi.
Tags: ,
trackback

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 668/XIII

Yang terhormat Pak Safir,

Yang terhormat Bapak Safir Senduk, saya sangat senang dengan rubrik Ulas Uang yang sangat berguna buat saya untuk mempersiapkan biaya sekolah putra-putri saya kelak. Sebagai orang awam dalam soal Reksa Dana, saya ingin mengajukan dua pertanyaan.
Bagaimana cara memilih perusahaan Reksa Dana yang baik?

Apakah menyimpan dana di perusahaan Reksa Dana cukup aman? Bagaimana kalau perusahaan tersebut bangkrut?
Demikian pertanyaan saya. Terima kasih.

L di Bekasi

Jawab:

Ibu L di Bekasi,

Pertanyaan Anda mungkin sebagian sudah terjawab melalui artikel saya sebelumnya. Namun saya akan menambahkan tentang cara yang bisa Anda gunakan untuk memilih sebuah perusahaan reksa dana, atau bahkan jenis reksa dana yang sebaiknya Anda pilih. Pertama-tama, saya akan memberitahukan tentang Reksa Dana (RD) yang sebaiknya Anda gunakan.

Seperti yang pernah saya jelaskan, RD terbagi empat macam:

1. RD Saham
2. RD Pendapatan Tetap
3. RD Campuran
4. RD Pasar Uang

Berdasarkan tingkat risikonya, maka dibawah ini adalah urut-urutan reksa dana tersebut dari yang paling berisiko sampai yang risikonya paling rendah. Namun demikian perlu diketahui bahwa semakin besar risikonya, biasanya potensi keuntungan yang akan Anda dapatkan juga akan semakin besar. Yakni:

1. RD Saham
2. RD Campuran
3. RD Pendapatan Tetap
4. RD Pasar Uang

Saran saya kepada Anda sebelum memilih di antara keempat reksa dana tersebut, sebaiknya tetapkan dulu tujuan Anda. Tetapkanlah untuk apa investasi itu Anda lakukan. Sebagai contoh, Anda ingin menabung (melakukan investasi) ke dalam RD untuk persiapan masa pensiun Anda yang masih 20 tahun lagi. Dari situ dapat diketahui bahwa Anda akan menabung selama 20 tahun.

Nah, karena jangka waktu investasi Anda cukup panjang, maka tidak apa-apa Anda melakukan investasi ke dalam Reksa Dana yang berisiko sekalipun. Ini karena Anda toh tidak akan memakai uang Anda selama jangka waktu 20 tahun itu kan? Jadi kalaupun nilai Reksa Dana Anda turun pada tahun ke-7 misalnya, Anda toh tetap baru akan memakai uangnya pada tahun ke-20. Dan saham, walaupun nilainya turun naik, secara jangka panjang umumnya menunjukkan trend yang menaik.

Sebaliknya, bila Anda berinvestasi untuk jangka pendek, katakan hanya selama 2 tahun saja, maka akan terlalu berisiko kalau Anda melakukan investasi ke dalam RD Saham. Anda mungkin bisa memilih RD yang risikonya lebih rendah, tetapi lebih pasti dalam memberikan keuntungan, walaupun potensi keuntungan itu biasanya tidak sebesar potensi keuntungan seperti dalam RD Saham.

Jadi, lihat dulu jangka waktu investasi Anda sebelum Anda memilih RD. Karena itu, saya berikan panduan mengenai RD mana yang sebaiknya Anda beli sesuai dengan jangka waktu investasi Anda.

Jangka Waktu Investasi Jenis Reksa Dana:

Diatas 10 tahun ———–RD Saham
Diatas 3 s/d 10 tahun———– RD Campuran
Diatas 1 s/d 3 tahun RD ———–Pendapatan Tetap
Sampai dengan 1 tahun ———–RD Pasar Uang

Berapa potensi keuntungan yang bisa didapatkan masing-masing Reksa Dana? Perlu diingat sekali lagi bahwa Reksa Dana adalah sebuah cara berinvestasi. Kalau Anda berinvestasi pada RD Saham misalnya, sama saja dengan kalau Anda membeli saham secara langsung. Bedanya, pada RD Saham pemilihan saham Anda dilakukan oleh Manajer Investasi Anda. Jadi disini, Reksa Dana adalah sebuah cara berinvestasi di mana ada potensi untung dan rugi.

Namun demikian, saya percaya bahwa masing-masing RD tersebut bisa memberikan potensi keuntungannya masing-masing. Untuk RD Saham, saya percaya bahwa dalam jangka panjang (diatas 10 tahun), secara rata-rata RD Saham bisa memberikan hasil sebesar 30% per tahun. Untuk RD Campuran adalah 25% per tahun. Untuk RD Pendapatan Tetap adalah 20% per tahun. Dan untuk RD Pasar Uang adalah 15% per tahun.

Sekali lagi angka tersebut BUKAN JAMINAN bahwa RD Anda pasti bisa memberikan hasil sebesar itu. Ini karenanya semuanya sangat bergantung pada pemilihan produk investasi yang dilakukan Manajer Investasi. Jadi, angka sebesar itu adalah kemungkinan keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Reksa Dana sama seperti investasi lain yang juga memiliki kemungkinan rugi juga. Jadi ada kemungkinan Anda tidak akan mendapatkan hasil sebesar 30% per tahun (untuk RD Saham), misalnya.

Sekarang tentang memilih perusahaan RD. Ada banyak faktor teknis yang sangat membingungkan kalau kita bicarakan itu disini. Namun demikian, kalau Anda mau praktis, kenapa Anda tidak coba memiliki tiga produk RD dari tiga perusahaan RD yang berbeda. Tidak usah banyak- banyak. Mungkin sekitar Rp 100 ribu s/d 500 ribu saja dulu untuk masing-masing produk RD. Nanti setelah setahun atau dua tahun Anda bisa mengevaluasi kinerja dari ketiga RD tersebut.

Sekali lagi, menurut peraturan, harta dari Reksa Dana tidak boleh dijadikan satu dengan harta Manajer Investasi (perusahaan RD). Harta RD harus disimpan secara terpisah pada sebuah tempat khusus yang dinamakan lembaga/bank kustodian. Jadi kalau Manajer Investasi Anda bangkrut (karena kurang pemasukan dari komisi misalnya), harta RD Anda tidak akan terpengaruh.

http://www.perencanakeuangan.com/files/CaraPilihRD.html

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: